Wajah persepakbolaan kita (Persebaya Vs Persik)

30Dec09

Jadi begini ceritanya, 2 minggu lalu  saya tiba-tiba terjebak untuk menonton sepakbola di salah satu stasiun TV swasta. Gimana nggak terjebak kalau pertandingannya merupakan pertandingan derby penuh gengsi antara 2 tim satu provinsi Persebaya Vs Persik. Dua tim papan atas sepakbola Indonesia saat ini yang dulunya pernah merajai persepakbolaan kita. Pasti seru tentunya !.

Seperti yang telah saya perkirakan, pertandingan yang berlangsung di tengah guyuran hujan lebat di Stadion Gelora 10 Novemnber  itu berlangsung dengan sangat keras. Skor 0-0 masih bertahan sampai mendekati akhir babak pertama. Hingga tanpa disangka-sangka Persik berhasil mengungguli Persebaya dengan gol yang dicetak oleh Yongki Aribowo setelah memanfaatkan bola yang memantul dari gawang. Uniknya setelah mencetak gol ini, Yongki segera berlari menuju kamera televisi dan membuat sebuah tanda love dari kedua tangannya. Seakan-akan dia sudah berjanji untuk mencetak gol hari itu dan mempersembahkannya untuk seseorang yang dia cintai.. Oooh, so sweet !. Darah muda sedang membara rupanya :) .

Ketinggalan 1 gol dari tamunya membuat Persebaya semakin menekan pertahanan Persik Kediri. Berkali-kali peluang tercipta namun selalu berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Persik, Herman Batak yang layak mendapat predikat Man of the Match pada hari itu. Kegagalan memanfaatkan peluang demi peluang membuat kubu Persebaya semakin frustasi dan bahkan tidak mampu mencetak gol hingga peluit babak pertama ditiup oleh wasit.

Permainan di babak kedua berlangsung semakin keras. Tidak hanya di dalam lapangan, akan tetapi para suporter pun kelihatan sudah kehilangan kesabaran. Beberapa kali para pemain yang sedang melakukan tendangan pojok harus menerima lemparan botol air mineral kosong. Sehingga para pemain tidak mampu berkonsentrasi untuk menendang bola. Seringkali bola hasil tendangan pojok ditendang tanpa arah dikarenakan pemain sudah ketakutan dengan lemparan dan makian para suporter di lapangan. Herannya, bukan cuma tim tamu saja yang menerima perlakuan seperti ini, rupanya tim tuan rumah juga harus menerima amukan amarah para suporter.. How crazy it is..Saya cuma membayangkan gimana orang bisa main dengan bener kalo dilemparin botol kayak gitu, yang ada juga gak bisa konsentrasi sama sekali karena takut kena kepala :) .

Permainan keras di lapangan juga diperparah oleh tindakan tidak sportif yang ditunjukkan  oleh kedua tim. Sebagai contoh beberapa pemain persebaya melakukan tackling dengan sengaja kepada pemain Persik. Seperti yang ditunjukkan oleh J. Maguire kepada Wawan W. Namun tackling yang jelas-jelas dilakukan dengan sengaja dan di depan mata wasit hanya mendapatkan ganjaran kartu kuning saja ( saya sih mikirnya, mungkin wasitnya juga takut diamuk massa kali ya kalo sampe berani ngeluarin pemain..hehe).

Kepemimpinan wasit pun sedikit dipertanyakan karena selain kejadian tackling berbahaya yang hanya dihadiahi kartu kuning, ada 2 kejadian handsball yang menurut para komentator bola layak dihadiahi tendangan penalti namun dibiarkan begitu saja oleh wasit.

Ada juga adegan lucu ketika mendekati detik-detik akhir babak kedua salah seorang pemain Persik tiba-tiba berguling-guling di tanah sambil memegang lututnya dan memperlihatkan wajah yang kesakitan. Wasit sudah meminta dia untuk segera berdiri dan melanjutkan permainan namun dia masih terlihat terus mengerang kesakitan dan tidak mampu berdiri. Akhirnya didatangkanlah tandu untuk mengangkut dia keluar lapangan yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat dia tergeletak. Dan lucunya begitu sampai di pinggir lapangan, tanpa malu-malu sang pemain langsung berubah menjadi sehat wal-afiat dan berdiri dengan tegapnya sambil mengacungkan jari minta ijin untuk memasuki lapangan. Duh, mas..mas.. mendingan jadi personil Srimulat aja kalo mau bikin guyonan kayak gitu..haha. So Funny !.

Akhirnya sampai peluit tanda berakhirnya babak kedua ditiup, skor akhir tetap 0-1 untuk keunggulan Persik Kediri. Hari itu saya belajar satu hal bahwa ternyata wajah persebakbolaan kita tidak jauh berbeda dengan ketika saya masih kecil dulu. Wajah suporter, wasit dan pemain masih sama saja dan tidak ada peningkatan yang signifikan. Saya jadi bertanya-tanya apa mungkin ini juga yang menyebabkan kita harus pulang lebih awal di Sea Games Laos kemarin ?.



No Responses Yet to “Wajah persepakbolaan kita (Persebaya Vs Persik)”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.